Pages

Minggu, 14 Juli 2013

Selir Kehidupan


Rasanya sudah tak asing lagi dikalangan remaja apabila membicarakan masalah romantika remaja. Menurut Abdullah Nashih Ulwan cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang murni, yang tak dapat terpisahkan dari kehidupannya. Wajar apabila seseorang memiliki perasaan terhadap lawan jenisnya karena itu memang fitrah manusia, tetapi apakah masih disebut suatu kewajaran apabila sepasang kekasih yang tengah saling jatuh cinta tidak perduli dengan lingkungan sekitar, apalagi hingga bertindak layaknya “serasa dunia milik berdua, yang lain ngontrak.” Begitu kata orang-orang yang pernah merasakan betapa indahnya jatuh cinta.
Tetapi terkadang banyak remaja juga yang menyalahartikan makna cinta yang sesungguhnya, mereka merealisasikan makna cinta dengan cara yang salah, seperti cinta yang karena nafsu. Apabila sepasang kekasih sudah saling mencintai, maka apapun yang diminta pasangan harus dituruti sebagai bukti bahwa ia memang benar-benar mencintai dan mengasihi pasangannya sekalipun tanpa ikatan yang legal, tanpa disertai adanya Ijab Qobul terlebih dahulu, seperti kisah cinta seorang gadis cerdas yang membuatnya terlena dan dibutakan oleh cinta tersebut, ia tenggelam dalam samudra cinta itu.
Seorang gadis remaja yang terbilang cerdas dan duduk dikelas akselerasi. Kelas akselerasi atau kelas percepatanmenempuh masa pendidikan di SMA nya hanya 2 tahun, kuantitas siswanya pun jelas berbeda dengan kelas regular, akselerasi cenderung lebih sedikit. Karena hal itulah yang membuatnya terobsesi untuk melakukan hal-hal yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, yaitu ‘Pacaran’. Selama ia duduk di bangku SMP, ia tak pernah berpacaran, karena memang ia terbilang orang yang kurang pergaulan, anak rumahan, dan tak mudah bergaul dengan sembarang orang apalagi dengan teman laki-laki, ia sangat menjaga hijab dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, bahkan ia selalu tertunduk apabila ada teman laki-lakinya yang mengajak berbicara karena ia selalu takut dan enggan apabila bertatap mata secara langsung.
Hingga pada suatu malam, cahaya rembulan menusuk pikirannya dengan ribuan pertanyaan. Ia termenung dibawah kaki langit sembari memikirkan suatu hal yang mengganjal dibenaknya, “andai aku seperti teman-temanku yang lain, dapat merasakan indahnya jatuh cinta, aku ingin memiliki kisah indah dimasa SMA, apalagi masa SMA-ku yang hanya 2 tahun ini. Aku harus mencetak sesuatu yang baru di usia keemasanku ini. Aku akan mencoba membuka hati untuk para kaum Adam diluar sana.” Hal itulah yang ada dipikiran Mayra saat itu.
Dan seiring dengan berjalannya waktu, ia pun menjalin hubungan yang cukup erat dengan teman sekelasnya, Andi. Mereka sangat dekat, bahkan diisu-kan berpacaran, dan merekapun memiliki julukan dikelasnya, yaitu “Mayrandi”. Begitu panggilan hangat teman-teman sekelasnya kepada mereka. Memang, pada awalnya mereka dekat hanya sebatas teman untuk belajar, dan karena dikelas mereka sering sekelompok juga. Akhirnya karena kedekatan itulah timbul rasa yang berbeda ketika mereka sedang bersama. Mereka merasakan sesuatu yang beda dan sesuatu yang tak biasa hadir diantara mereka. Ternyata mereka pun jadian. Dan sejak saat itulah perangai Mayra sangat berubah. Yang biasanya ia tak rela apabila sehari saja ia melewatkan waktu untuk belajar, kini malah ia sering melewatkan waktu berhari-hari untuk tak belajar demi keluar bersama sang kekasih, Andi. Bahkan ia lupa mengenai batasan-batasan berpacaran, ia jatuh terlalu dalam. Cinta itu membuatnya lupa diri.
Pada suatu malam menjelang Ujian Akhir Semester, bukannya belajar tetapi ia malah asyik bercengkrama di telepon genggam miliknya, dan teman bicaranya itu tak lain adalah, Andi. Dan hari ujianpun tiba, Mayra yang biasanya bangun sepertiga malam untuk melaksanakan shalat Qiyamul Lail dan belajar ia malah bangun pada waktu shubuh dan ia hanya mempelajari sedikit mengenai pelajaran yang akan di ujiankan hari ini. Begitupun setiap hari selama ujian berlangsung.
Siang itu, hasil ujian akan diumumkan. Seluruh siswa akselerasi gelisah menanti pengumuman hasil ujian itu, karena hasil ujian akan menentukan apakah siswa berhak untuk masih berada dikelas akselerasi tersebut atau justru dilempar ke kelas regular, begitupun dengan Mayra. Kegelisahan menyelimuti hatinya, ia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi padanya. Dan saatnya pun tiba, dimana Ibu Diana mengumumkan yang berhak untuk tetap menjadi siswa akselerasi, ternyata nama Mayra tidak tersebut. Ia sangat terkejut dengan hasil yang ia terima, ternyata apa yang ia dapatkan tak seperti apa yang ia harapkan. Teman-temannya merasa tidak aneh dengan hasil tersebut, karena memang perilaku Mayra belakangan ini sangat jauh berbeda. “kamu harus tetap semangat, May. Apapun yang terjadi inilah yang terbaik. Semuanya akan indah pada waktunya.” Kata Reva, teman dekatnya yang selalu mendukung Mayra. Bagi Mayra hasil itu merupakan pukulan yang sangat keras yang pernah ia dapatkan selama ia duduk dibangku sekolah.
Akhirnya, Mayrapun sadar bahwa keputusannya untuk berpacaran itu salah, cinta semu itu justru malah menjebaknya ke dalam jerat hitam menyesatkan. Tapi iapun berpikir bahwa dengan adanya peristiwa ini menunjukkan bahwa Allah sangat menyayanginya, ini adalah cara Allah mengingatkan Mayra untuk kembali dalam pelukan cinta-Nya yang hakiki, Andi merupakan selir bagi kehidupannya dan selir bagi petualangan Mayra dalam mencari cinta yang sesungguhnya. Dan kini ia dapat temukan itu, Mahabbatullah (rasa cinta kepada Allah) lebih indah, seperti sebuah syair yang selalu ia dendangkan.
Kutahu pasti Cinta-Mu dalam dan murni
Namun mengapa sulit untukku mendapatkan cinta darimu
Diriku ini terasa hampa dan sepi tanpa belaian kasih sayang-Mu
Cintailah hamba-Mu ini
Ya Allah..
Leraikanlah segala beban di dunia ini
Yang kuharap hanya cinta ikhlas-Mu
Merasuk ke dalam kalbu
Allah dengarkanlah bisikan suara hatiku
Hapuskan noda dan dosa di kalbu
Agar aku dapat menggapai cinta-Mu
                                                 ( Snada-Cinta Illahi )

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2009 Catatan Kalbu-ku. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator