Rasanya sudah tak asing lagi dikalangan
remaja apabila membicarakan masalah romantika remaja. Menurut
Abdullah Nashih Ulwan cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang
mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan
kasih sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang murni, yang tak dapat
terpisahkan dari kehidupannya. Wajar apabila seseorang memiliki perasaan terhadap lawan jenisnya karena itu memang fitrah
manusia, tetapi apakah masih disebut suatu kewajaran apabila sepasang kekasih
yang tengah saling jatuh cinta tidak perduli dengan lingkungan sekitar, apalagi
hingga bertindak layaknya “serasa dunia milik berdua, yang lain ngontrak.”
Begitu kata orang-orang yang pernah merasakan betapa indahnya jatuh cinta.
Tetapi terkadang banyak remaja juga yang
menyalahartikan makna cinta yang sesungguhnya, mereka merealisasikan makna
cinta dengan cara yang salah, seperti cinta yang karena nafsu. Apabila sepasang
kekasih sudah saling mencintai, maka apapun yang diminta pasangan harus
dituruti sebagai bukti bahwa ia memang benar-benar mencintai dan mengasihi
pasangannya sekalipun tanpa ikatan yang legal, tanpa disertai adanya Ijab Qobul
terlebih dahulu, seperti kisah cinta seorang gadis cerdas yang membuatnya
terlena dan dibutakan oleh cinta tersebut, ia tenggelam dalam samudra cinta
itu.
Seorang
gadis remaja yang terbilang cerdas dan duduk dikelas akselerasi. Kelas
akselerasi atau kelas percepatanmenempuh masa pendidikan di SMA nya hanya 2
tahun, kuantitas siswanya pun jelas berbeda dengan kelas regular, akselerasi
cenderung lebih sedikit. Karena hal itulah yang membuatnya terobsesi untuk
melakukan hal-hal yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, yaitu ‘Pacaran’.
Selama ia duduk di bangku SMP, ia tak pernah berpacaran, karena memang ia
terbilang orang yang kurang pergaulan, anak rumahan, dan tak mudah bergaul
dengan sembarang orang apalagi dengan teman laki-laki, ia sangat menjaga hijab
dengan lawan jenis yang bukan mahramnya, bahkan ia selalu tertunduk apabila ada
teman laki-lakinya yang mengajak berbicara karena ia selalu takut dan enggan
apabila bertatap mata secara langsung.
Hingga
pada suatu malam, cahaya rembulan menusuk pikirannya dengan ribuan pertanyaan.
Ia termenung dibawah kaki langit sembari memikirkan suatu hal yang mengganjal
dibenaknya, “andai aku seperti teman-temanku yang lain, dapat merasakan
indahnya jatuh cinta, aku ingin memiliki kisah indah dimasa SMA, apalagi masa
SMA-ku yang hanya 2 tahun ini. Aku harus mencetak sesuatu yang baru di usia
keemasanku ini. Aku akan mencoba membuka hati untuk para kaum Adam diluar
sana.” Hal itulah yang ada dipikiran Mayra saat itu.
Dan seiring dengan berjalannya waktu, ia
pun menjalin hubungan yang cukup erat dengan teman sekelasnya, Andi. Mereka
sangat dekat, bahkan diisu-kan berpacaran, dan merekapun memiliki julukan
dikelasnya, yaitu “Mayrandi”. Begitu panggilan hangat teman-teman sekelasnya
kepada mereka. Memang, pada awalnya mereka dekat hanya sebatas teman untuk
belajar, dan karena dikelas mereka sering sekelompok juga. Akhirnya karena
kedekatan itulah timbul rasa yang berbeda ketika mereka sedang bersama. Mereka
merasakan sesuatu yang beda dan sesuatu yang tak biasa hadir diantara mereka.
Ternyata mereka pun jadian. Dan sejak saat itulah perangai Mayra sangat
berubah. Yang biasanya ia tak rela apabila sehari saja ia melewatkan waktu
untuk belajar, kini malah ia sering melewatkan waktu berhari-hari untuk tak
belajar demi keluar bersama sang kekasih, Andi. Bahkan ia lupa mengenai
batasan-batasan berpacaran, ia jatuh terlalu dalam. Cinta itu membuatnya lupa
diri.
Pada suatu malam menjelang Ujian Akhir
Semester, bukannya belajar tetapi ia malah asyik bercengkrama di telepon
genggam miliknya, dan teman bicaranya itu tak lain adalah, Andi. Dan hari
ujianpun tiba, Mayra yang biasanya bangun sepertiga malam untuk melaksanakan
shalat Qiyamul Lail dan belajar ia malah bangun pada waktu shubuh dan ia hanya
mempelajari sedikit mengenai pelajaran yang akan di ujiankan hari ini.
Begitupun setiap hari selama ujian berlangsung.
Siang itu, hasil ujian akan diumumkan.
Seluruh siswa akselerasi gelisah menanti pengumuman hasil ujian itu, karena
hasil ujian akan menentukan apakah siswa berhak untuk masih berada dikelas
akselerasi tersebut atau justru dilempar ke kelas regular, begitupun dengan
Mayra. Kegelisahan menyelimuti hatinya, ia merasa sesuatu yang buruk akan
terjadi padanya. Dan saatnya pun tiba, dimana Ibu Diana mengumumkan yang berhak
untuk tetap menjadi siswa akselerasi, ternyata nama Mayra tidak tersebut. Ia
sangat terkejut dengan hasil yang ia terima, ternyata apa yang ia dapatkan tak
seperti apa yang ia harapkan. Teman-temannya merasa tidak aneh dengan hasil
tersebut, karena memang perilaku Mayra belakangan ini sangat jauh berbeda.
“kamu harus tetap semangat, May. Apapun yang terjadi inilah yang terbaik.
Semuanya akan indah pada waktunya.” Kata Reva, teman dekatnya yang selalu
mendukung Mayra. Bagi Mayra hasil itu merupakan pukulan yang sangat keras yang
pernah ia dapatkan selama ia duduk dibangku sekolah.
Akhirnya, Mayrapun sadar bahwa
keputusannya untuk berpacaran itu salah, cinta semu itu justru malah
menjebaknya ke dalam jerat hitam menyesatkan. Tapi iapun berpikir bahwa dengan
adanya peristiwa ini menunjukkan bahwa Allah sangat menyayanginya, ini adalah
cara Allah mengingatkan Mayra untuk kembali dalam pelukan cinta-Nya yang
hakiki, Andi merupakan selir bagi kehidupannya dan selir bagi petualangan Mayra
dalam mencari cinta yang sesungguhnya. Dan kini ia dapat temukan itu, Mahabbatullah
(rasa cinta kepada Allah) lebih indah, seperti sebuah syair yang selalu ia
dendangkan.
Kutahu
pasti Cinta-Mu dalam dan murni
Namun mengapa sulit untukku mendapatkan cinta darimu
Diriku ini terasa hampa dan sepi tanpa belaian kasih sayang-Mu
Cintailah hamba-Mu ini
Ya Allah..
Leraikanlah segala beban di dunia ini
Yang kuharap hanya cinta ikhlas-Mu
Merasuk ke dalam kalbu
Allah dengarkanlah bisikan suara hatiku
Hapuskan noda dan dosa di kalbu
Agar aku dapat menggapai cinta-Mu
Namun mengapa sulit untukku mendapatkan cinta darimu
Diriku ini terasa hampa dan sepi tanpa belaian kasih sayang-Mu
Cintailah hamba-Mu ini
Ya Allah..
Leraikanlah segala beban di dunia ini
Yang kuharap hanya cinta ikhlas-Mu
Merasuk ke dalam kalbu
Allah dengarkanlah bisikan suara hatiku
Hapuskan noda dan dosa di kalbu
Agar aku dapat menggapai cinta-Mu
( Snada-Cinta Illahi )
0 komentar:
Posting Komentar